SEBUAH SENANDUNG NUSANTARA DI INDONESIA

Posted: Februari 18, 2011 in Wejangan Leluhur

Putera Pertama bin Nusantara binti Indonesia
Disenandungkan kepada kedua saudara kandungku:
Rakyat bin Nusantara binti Indonesia
Pemerintah bin Nusantara binti Indonesia.
Senandung Putera Pertama
“Aku Mencari Kedua Adikku”
Nama Papa ku Nusantara, nama Mama ku Indonesia
ku mempunyai dua adik;
Yang nomor dua namanya :
Rakyat bin Nusantara binti Indonesia
Menurut cerita Papa dan Mama……….
Sekarang si Rakyat menikah dengan istrinya
yang bernama Suku bin Bahasa binti Bangsa
Dan memiliki anak yang sangat banyak
Sekarang si Rakyat dan anak-cucunya menderita
………sebab mereka tidak saling kenal dan tolong-menolong.
Sedangkan adikku yang bontot namanya :
Pemerintah bin Nusantara binti Indonesia
Menurut cerita Papa dan Mama………..
Si Bontot mempunyai istri yang sangat banyak.
Dia juga mempunyai anak angkat yang sangat banyak.
Tapi mereka hidupnya tidak pernah rukun,
……….karena tidak saling tolong-menolong dan bersatu.
Kadang kedua adikku dan keturunan mereka bertikai
Saling berperang merebut harta, jabatan dan wanita
Tapi mereka tidak menemukan sesuatu yang dicari
……….hanya kenikmatan sementara
Mereka hanya mendapatkan pertumpahan darah dan kematian
Kadang anak-cucu mereka yang tidak berdosa
……….menjadi tumbal pertengkaran mereka
Sebagai seorang Kakak…………..
Aku menangis dan serentak menghentikan cerita Papa dan Mama.
Aku tersadar dari mimpi bahwa aku bukan sendiri,
……….tapi mempunyai dua adik yang memiliki keturunan.
Aku diam sejenak………. menatap Papa dan Mama ku
Menengadah ke langit dan ke bumi
………sambil menarik napas yang dalam
Dan berteriak dengan suara yang sangat keras:
“Mereka dan keturunannya adalah kedua adikku, saudara sekandungku!
Mengapa tidak baku sayang dan menjadi satu?
Kenapa tidak ikut amanat orang tua: Bhineka Tunggal Ika”
Aku diam sejenak dan mulai bertanya
………pada diriku sendiri dan istri serta anak-cucu ku:
“Bagaimana caranya aku menolong kedua saudaraku dan keturunannya?”
Istriku menjawab: “ Mereka masih diberikan pelajaran
Pengenalan tentang Kerajaan kita.
Biarkan saja. Nanti ‘kan tahu juga dan sadar diri”
Anakku yang pertama memberikan dan pendapatnya begini:
Sebagai wakil dari keempat adik dan anak-cucu Papa dan Mama,
Aku usul pada Papa dan Mama agar pergi
Untuk mengajarkan kedua adik Papa dan keturunannya
………dengan cara menegur dan menasehatkan mereka
Untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab
………terhadap diri sendiri, jabatan dan kedudukan
……………serta istri-istri dan anak-anaknya.
Aku kagum dengan pendapat anakku.
Di pihak lain cucu-cucuku ngotot, menantang pandangan oomnya.
Untuk itulah aku menulis surat ini dan memperkenalkan diri:
Namaku Agung Sentosa Alam Jagad Raya Wilayah bin Nusantara binti Indonesia.
Istriku bernama
Cinta Damai Putri Negara Sentosa Adil Makmur bin Langit binti Bumi
Nama kelima anakku :
1. Tanah, 2. Air Laut, 3. Sungai-Mata Air, 4. Udara, 5. Fosil Bawah Tanah.
Cucuku sangat banyak.
Aku menulis pendapat dan pertanyaan cucu-cucuku
……..kepada kedua saudaraku dan keturunannya
(Inilah hasil ngotot mereka) :

Setiap hari kami memberi, kenapa tidak membagi……..?

Setiap hari bertemu, kenapa tidak kenal……..?

Apa yang menutupi dadamu, saudaraku…….?

Yang aku tidak mengerti, kenapa tidak pernah puas……?

Kerajaanku dan keturunanku dirusak, tapi kami sabar lawan terima……
Bahwa untuk kedua saudaraku lah aku ada
………dan selalu ada bersama mereka!.Itu keputusanku, mengakhiri perdebatan keturunanku.
Aku dan keturunanku boleh bertemu
dengan kedua adikku dan keturunannya,
Tapi harus dibawah janji “SUMPAH PALAPA”,
Baru semua milik kerajaan kami, kami “BUKA”
……untuk kedua adikku dan keturunannya.
Kami dikagetkan dengan teriakan ………
“MERDEKA” suara teriakan Mama dan Papa.
Dan kami semua stop bicara.
No Name/Tanpa Nama
Ini cap jari Istriku dan Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s