Kekayaan tujuh turunan, berkat Aji Balung Sugih

Posted: Desember 24, 2010 in Pesugihan

Kekayaan tujuh turunan, berkat Aji Balung Sugih

Ada orang yang mengatakan bahwa kekayaan seseorang bisa mencapai ‘tujuh turunan’. Artinya kekayaan yang dimiliki orang tersebut berlipah ruah sehingga ‘nyaris’ seluruh kebutuhan serta keinginannya bisa dicapai.

Konon kisah ini dialami oleh seorang yang bernama, sebut saja Hardi. Dia telah menyelesaikan pendidikan tingginya dan bekerja pada sebuah perusahaan. Sampai pada akhirnya, dia harus merelakan diri untuk meninggalkan pekerjaannya itu karena perusahaan tidak sanggup lagi untuk memberinya gaji.

Pengalaman pahit itu harus dihadapinya, tetapi Hardi bukan tipe orang yang mudah menyerah. Dia berusaha dengan bermodalkan ‘patungan’ bersama rekannya. Tetapi entah kesalahan apa yang diperbuatnya. Usahanya kali ini, juga mengalami kegagalan dan dia beserta rekannya itu mengalami kebangkrutan.

Masih tidak pernah putus harapan, Hardi nekat menjual harta warisan yang berupa tanah dan bangunan untuk memulai usahanya yang baru. Kali inipun dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Sekali lagi dia harus menelan pil pahit. Bisnis barunyapun akhirnya mengalami gagal total.

Sampai suatu hari dia mendengar cerita orang bahwa, ada seorang perempuan yang memiliki kekuatan supranatural yang tinggi serta kemampuan daya linuih yang tinggi. Wanita ini terkenal dengan sebutan Djeng Asih atau Asih Marlyna.

Setelah menceritakan seluruh pengalamannya kepada Djeng Asih. Kemudian Hardi diberi suatu yang dinamakan Ajian Balung Sugih. Sejak saat itu segala bentuk usahanya mulai menampakkan hasil.

Sekarang ini dia telah memiliki ‘segalanya’ secara berlimpah, sehingga orang memandangnya kekayaannya sampai untuk tujuh turunan

Nyai Puspo Cempoko, memberi harta lewat senggama

Salah satu pesugihan yang cukup kondang bagi masyarakat Rembang adalah Nyai Puspo Cempoko. Bila lelaki bersedia menjadi suami silumanan ini dan melakukan senggama setiap malam Jumat Kliwon maka ia rela memberikan harta yang bejibun. Apa kompensasi lainnya?

Nyai Puspo Cempoko adalah penunggu gaib di daerah Kabongan, Rembang. Bagi kalangan kebatinan tempat tersebut mempunyai nilai mistik yang sangat tinggi. Beberapa orang sering datang ke Kabongan untuk melakukan ziarah dengan tujuan tertentu. Kabarnya, mereka datang untuk meminta kekayaan.

Konon, para peziarah banyak yang dikabulkan keinginannya sehingga mereka menjadi kaya raya. Menurut cerita yang beredar kekayaan itu tidak diberikan secara cuma-cuma. Nyai Puspo meminta sejumlah imbalan kepada peziarah yang menginginkan kekayaan darinya. Kabarnya, syarat yang diajukan cukup unik.

Pencari pesugihan harus rela menjadi suami Nyai Puspo yang harus melayani kebutuhan seksualnya setiap malam Jumat Kliwon. Guna menyalurkan hasrat itu Nyai Puspo minta disediakan kamar khusus dimana hanya mereka berdua saja yang boleh masuk ke kamar tersebut.

Selain memenuhi kebutuhan seksual, Nyai Puspo juga meminta agar disediakan sesaji yang terdiri dari jajan pasar, kembang wangi, kelapa hijau serta bakaran kemenyan madu. Semua sesaji harus disediakan setiap malam. Tak boleh ada yang terlupakan.

Nasir, orang kaya di daerah Tuban dikabarkan pernah mencari pesugihan di tempat tersebut. Sebelumnya, ia hanyalah anak petani miskin. Setelah tirakat di Kabongan, ia pulang ke kampung halamannya dan merintis berbagai usaha. Meski sukses memetik harta, ia tak berani kawin. Mungkin ia masih ingat dengan persekutuan gaib yang telah dijalani dengan Nyai Puspo.

Menurut pembantunya, Nasir memiliki kamar khusus yang tidak boleh dimasuki oleh siapa pun, termasuk sang pembantu. Tiap malam Jumat Kliwon, pembantu Nasir selalu mendengar suara mesra yang datangnya dari balik kamar. Setelah diintip dari lubang kunci, ia mendapati majikannya sedang bermesaraan dengan seorang perempuan. Pembantu itu heran karena selama ini ia tak pernah membukakan pintu untuk tamu tersebut.

Diduga, perempuan itu adalah siluman Nyai Puspo. Apalagi setiap hari Nasir selalu menyediakan sesaji seperti yang diminta oleh Nyai Puspo. Dugaan itu makin kuat, selain tidak menikah di usia lanjut, Puspo pun sering berbicara sendiri. Bila diajak berbicara, jawabannya sering ngelantur, tak jelas tujuannya. Padahal, fenomena seperti itu biasanya dialami oleh mereka yang mencari pesugihan di daerah Kabongan, Rembang.

Komentar
  1. hj.hartutik,spd mengatakan:

    saya juga ingin sejenis itu, karena kehidupan saya menderita tak kunjung padam. tapi yg tanpa efek. segala upaya hasilnya nol, bahkan minus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s