TRADISI ISLAM JAWA DI BULAN BULAN SYA’BAN

Posted: Desember 6, 2010 in Artikel Kejawen

Biasa ada di kalangan umat Islam di jawa dipertengahan bulan syaban
mengadakan shodaqoh-an dengan membuat makanan khusus :
1. Kolak dari pisang
2. Nasi ketan
3. Apem
makanan itu dibuat terus di shadaqahkan ke tetangga sekitar sampai 40 rumah
atau lebih.

Adapula yang acaranya di pusatkan dalam masjid atau mushola, setelah mengadakan dzikir dan do’a bersama, makannya dibagi di makan bersama, dan masih banyak lagi bentuknya… yang semua itu intinya bersedekah untuk menyambut bulan Suci Ramadhan.

Adakah itu semua mengandung peringatan?

Kalau kita mau belajar cara-cara para wali tanah jawa melestarikan ajaran
Islam dalam kehidupan maka hal-hal itu ada mengandung maksud:

Kolak berasal dari kata KHOLAQO = artinya menciptkan
menjadi Kholiq artinya Sang Maha Pencipta ( Tuhan semesta Alam).
Artinya kita pada saat bulan Sya’ban / Ruwah mesti banyak mengingat kepada
Alloh Sang Maha Pencipta.
Karena pada bulan itu Alloh ta’ala menurunkan kudrat-irodatNya tentang
takdir satu tahun mendatang termasuk daftar nama manusia yang akan maut/mati
setelah 15 Syaban sampai 14 Syaban tahun depan.

Kemudian kue APEM,

asal kata dari AFUAN jadi apem artinya ampunan, ma’af
maksudnya kita di ingatkan pada bulan Syaban menjelang bulan Romadlon ,
bulan suci kita mesti banyak minta mapun kepada Alloh SWT. dengan banyak
baca istighfar.
Srhingga kita memasuki bulan suci Romadlon dalam keadaan suci dari dosa.

Kemudian Nasi Ketan

Ketan asal kata KHOTO’AN maksudnya adalah suci, putih, bersih.
Setelah ingat sang Kholiq, kemudian minta ampunan maka kita akan menjadi
suci dari dosa.
Karena akan masuk bulan suci Romadlon.
Yang didalamnya ada ibadah suci puasa
Ibadah yang diperuntukan untuk Tuhan yang maha Suci.
Dan Alloh sendiri yang akan memberikan fahala.

Mengengan dari kata megeng = tahan = imsaku = Asy-syoum jadilah kata
megengan menyambut puasa..

Ruwahan = ruwah dari kata arwah jamak dari ruh adalah karena pada bulan
syaban turun ketentuan pisahnya ruh dengan jasad manusia.

Munggahan = munggah = naik yaitu naik masuk ke bulan romadlon yang ada
kewajiban puasa, yaitu niat masuk bulan puasa dan mau puasa sebulan penuh.

Nyandran = sadran = sya’ban = biasa nya sedekahan sekalian mendoakan para
arwah orang tua/sauadra muslim yang telah wafat.

Nyekar = sekar = bunga untuk ziarah makam ( wangi-2an).
Kirim doa, memohonkan ampunan dan kirim makanan ruhani berupa ayat2 Qur’an
dan bacaan dzikir.

Ziarah = berkunjung = silaturahim
umumnya kata ini khusus untuk ziarah makam, padahal ziarah ke yang masih
hidup juga dianjurkan misal ke Bapak Ibu kita. Tujuannya menyambung silaturahim
dan saling memaafkan dan mendoakan keselamatan.

Semoga bermanfaat

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s