1. TRI BAWANA

COSMOS => BAWANA => JAGAD

Dalam BUDAYA JAWA, manusia berasal dari UNSUR-UNSUR COSMOS (BAWAN/JAGAD) , dan berakhir kembali ke ASAL MUASAL ialah kembali ke COSMOS (BAWANA/JAGAD).
ILMU ini dalam KEJAWEN dinamakan ILMU SANGKAN PARANING DUMADI.
Arti dari Sangkan PAraning Dumadi adalah sbb:
>>> SANGKAN: asal mula, terjadi dari/BIBIT
>>> PARANING: Perjalanan atau Proses, ialah PERJALANAN dari ASAL MULA (BIBIT) atau
BERPROSES dari ASAL MULA (BIBIT).
>>> DUMADI: Terjadi atau Berwujud.
>>> ILMU: penerangan atau petunjuk.
Baca entri selengkapnya »

Mengenal Kehidupan Kejawen

Posted: Februari 19, 2011 in Artikel Kejawen

Pengenalan Kejawen.

Orang-orang kuno dari Jawa sejak 3000 tahun SM. yang dikenal dengan sebutan penanam padi (wet-rice cultivation). Sistem pertanian ini membutuhkan kerjasama yang erat diantara penduduk desa, yang sampai dengan saat ini masih tetap berjalan. Penduduk desa haruslah mempunyai kesadaran yang tinggi untuk pengelolaan seperti halnya pada pengaturan yang sangat rumit menjadi kerjasama yang mudah, menguntungkan semua pihak yang terlibat. Disamping sistem penanaman padi (wet-rice cultivation), orang Jawa juga sangat mengenal diantara mereka sendiri ilmu perikanan, ilmu perbintangan (astronomy), bertenun kain, batik(traditional cloth painting),gamelan (traditional music instruments) dan seni pertunjukan wayang (lather shadow puppet performance). Sebelum datangnya Hindhu dan beberapa agama besar lainnya dari dunia luar, orang Jawa telah mempunyai budaya dan kepercayaan sendiri.

 

Di beberapa upacara tradisional orang Jawa, ritual kuno masih tetap dilaksanakan sampai dengan saat ini. Hal ini membuktikan bahwa orang Jawa adalah sangat cermat dan pandai dalam hal melestarikan identitas berharga mereka. Disamping keberadaan mereka yang telah beragama Hindhu, Budha, Islam, Kristen dan Katolik, yang secara luas telah dikenal sebagai agama, beberapa penduduk asli masih tetap menjalankan sistem kepercayaan Kejawen atau Kebatinan sampai sekarang ini terus berlanjut. Baca entri selengkapnya »

Mengenal Tingkatan Ilmu Kejawen

Posted: Februari 19, 2011 in Artikel Kejawen

Terdapat 3 tingkatan dalam pengetahuan Kejawen :
1. Tingkat pertama: disebut dengan KANURAGAN, diambil dari kata “RAGA” atau “Jasmani – The body”. Pada dasarnya tingkatan ini untuk para anak muda, tubuh mereka menjadi bisa kebal terhadap serangan benda tajam, seperti pisau, belati, bahkan sampai anti peluru. Berdasarkan dari hasil mengolah raga ini, mereka lebih mempercayainya sebagai tingkat kekuatan supernatural atau mistis.
2. Tingkat kedua: disebut dengan KASEPUHAN, diambil dari kata “SEPUH” atau “Tua – The old”, pengetahuan ini biasanya juga bisa dapat untuk memnyembuhkan penyakit, akan tetapi pada dasarnya diperuntukkan sebagai penghormatan hari lahir seseorang atau dikenal dengan “Slametan Wetonan”,; Slametan diambil dari kata “Slamet” ; dengan diadakannya acara ritual ini diharapkan datangnya keselamatan bagi seseorang, baik selamat dari mara bahaya atau sakit penyakit (well being)

3. Tingkat ketiga: disebut dengan NGELMU SEJATI; (True knowledge) KASUNYATAN (True Reality), pengetahuan ini bagi seseorang yang baik dan bijaksana dan berhasil mencapai tingkatan ini bisa melihat secara nyata kejadian yang terjadi dalam hidupnya atau kebenaran sejati. Dengan perkataan lain sudah tidak ada lagi rahasia dalam hidupnya; semuanya menjadi kenyataan. Baca entri selengkapnya »

Kebatinan
Kebatinan ; KEBATOSAN, adalah diambil dari bahasa Jawa; BATIN (innermost-self), adalah laku yang secara metafisika mencari kedamaian dan keharmonisan didalam hatinya yang paling dalam, hubungannya dengan alam semesta dan hubungannya dengan Tuhannya. Pandangan kepercayaan orang Jawa tentang kombinasi okultisme, metafisika, mistik, dan doktrin luar lainnya cenderung memberikan contoh perpaduan pada orang diri Jawa.
Idealisme orang Jawa mengkobinasikan kebijaksanaan seseorang dengan waskita dan sempurna.  WISDOM (WICAKSANA), PSYCHE (WASKITA) dan PERFECTION (SEMPURNA). Pengikutnya haruslah bisa mengontrol dirinya atau hawa nafsunya, menjauhkan diri dari hingar bingar dan kesenagan duniawi, sehingga dia bisa mendapatkan keharmonisan hidup berupa pepadhang/pencerahan dan keterpaduan jiwanya dengan alam semesta. Bisa dikatakan secara umum, bahwa pengikut Kebatinan mempercayai keberadaan kesadaran yang sangat luar biasa didalam dunia kosmos yang berupa perhatian umat manusia dimasa yang akan datang, yang berupa kontrol diri dan petunjuk jalan hubungan dan tujuan kehidupan manusia. Untuk mengetahui keadaan hanya bisa dilakukan dengan cara meditasi.
Terdapat beberapa teknik meditasi atau dikenal dengan TAPA: TAPA KALONG melakukan laku tapa seperti Kalong  Kalong dalam bahasa Jawa adalah nama hewan pengerat pemakan buah-buahan di malam hari, pada siang hari dia tidur dengan kepalanya dibawah dan kakinya menggantung didahan pohon, TAPA GENI atau laku tapa dengan cara tidak terkena sinar apapun. TAPA SENEN KEMIS, TAPA MUTIH adalah laku tapa hanya makan nasi putih atau tidak memakai gula dan garam, dan TAPA NGEBLENG atau tapa didalam ruangan gelap selama beberapa hari, TAPA NGULER atau sering disebut dengan vegetarian karena hanya makan buah-buahan dan sayuran. Baca entri selengkapnya »

Kalender Spiritual Jawa

Posted: Februari 19, 2011 in Artikel Kejawen

Kalender Jawa sama halnya dengan kalender-kalender yang lain menunjukkan tahun, bulan, tanggal dan hari dari suatu saat. Dalam kalender ini selain ada tujuh hari, minggu sampai dengan sabtu juga ada lima hari pasaran : kliwon, legi, pahing, pon dan wage. Di Jawa kedua macam hari itu digabungkan untuk mengingat kejadian-kejadian yang penting, misalnya seseorang lahir hari Minggu-Kliwon atau Minggu-Wage; seseorang meninggal hari Jumat-Legi atau Jumat –Pon.
Sultan Agung yang terkenal, ratu binatara kerajaan Mataram kedua lahir dan wafat pada Jumat-Legi. Beliau itu dihormati sebagai ratu bijak di tanah Jawa. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 adalah juga pada Jumat-Legi. Orang tradisional biasanya tidak akan kawin atau melakukan hal-hal yang penting, pada saat yang dianggap “Hari Jelek” antara lain hari kematian orang tuanya.

Simbol perputaran hidup Baca entri selengkapnya »

Mengenal Busana Adat Jawa

Posted: Februari 19, 2011 in Artikel Kejawen

Makna Yang Tersirat Dalam Busana Tradisional Jawa Lengkap

Busana adat Jawa biasa disebut dengan busana Kejawen mempunyai perlambang tertentu bagi orang Jawa. Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi ( ajaran tersamar ) kaya akan ajaran Jawa. Dalam busana Jawa ini tersembunyi ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia, diri sendiri maupun Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya.
Pakaian adat yang dikenakan pada bagian kepala adalah, seperti iket, udheng : dibagian tubuh ada rasukan ( baju ) : jarik, sabuk, epek, timang dibagian belakang tubuh yakni keris dan dikenakan dibagian bawah atau bagian kaki yaitu canela.

Penutup Kepala
Baca entri selengkapnya »

1. TRI BAWANA

COSMOS => BAWANA => JAGAD

Dalam BUDAYA JAWA, manusia berasal dari UNSUR-UNSUR COSMOS (BAWAN/JAGAD) , dan berakhir kembali ke ASAL MUASAL ialah kembali ke COSMOS (BAWANA/JAGAD).
ILMU ini dalam KEJAWEN dinamakan ILMU SANGKAN PARANING DUMADI.
Arti dari Sangkan PAraning Dumadi adalah sbb:
>>> SANGKAN: asal mula, terjadi dari/BIBIT
>>> PARANING: Perjalanan atau Proses, ialah PERJALANAN dari ASAL MULA (BIBIT) atau
BERPROSES dari ASAL MULA (BIBIT). Baca entri selengkapnya »